Bangun Rumah Sesuai Anjuran Nabi

Membangun rumah tidaklah sekedar membangun saja tapi kita perlu mempertimbangkan pelaksanaannya serta penempatan letak agar memberikan keberkahan pada rumah yang kita bangun.

Terkadang membangun rumah yang tidak sesuai dengan anjuran nabi membuat rumah tersebut tidak nyaman dan lain sebagainya.

Namun jika bangun rumah kita sesuaikan dengan anjuran nabi maka keberkahan akan menyelimuti rumah kita.

 

Oleh karena itu, jika kita ingin mendapatkan rumah yang ideal maka mari kita ikuti anjuran dari nabi, karena beliaulah sebaik-baiknya teladan.

Dengan mengikuti apa yang diajarkan nabi maka hidup kita akan terasa lebih berkah dan memberikan kenyamanan serta keamanan.

Berikut inilah Bangun rumah sesuai anjuran nabi:

  1. Bangunlah rumah dekat dengan masjid agar lebih semangat dalam beribadah

  2. Buat ruangan khusus untuk shalat

bangun rumah sesuai anjuran nabi - musholla rumah

2) Membangun rumah yang jauh dari lingkungan  maksiat atau tetangga yang buruk.

Lingkungan yang dekat dengan kemaksiatan atau tetangga yang buruk memiliki pengaruh yang luar biasa pada sebuah keluarga. Sebagaimana kisah yang  panjang, yaitu kisah perjalanan taubatnya seseorang yang telah membunuh 100 orang, padanya disebutkan:

اِنْطَلِقْ إِلَى أَرْضِ كَذَا وَكَذَا , فَإِنَّ بِهَا أُنَاسًا يَعْبُدُوْنَ اللهَ, فَاعْبُدِ اللهَ مَعَهُمْ وَلاَ تَرْجِعْ إِلَى أَرْضِكَ, فَإِنَّهَا أَرْضُ سُوْءٍ

Pergilah engkau ke sebuah negeri seperti ini dan seperti ini (yang disifatkan padanya negeri tersebut), karena sesungguhnya di dalamnya terdapat kaum yang beribadah kepada Allah Ta’ala, beribadahlah bersama mereka dan jangan kembali ke negerimu,  karena negerimu adalah negri yang jelek (banyak kemaksiatannya)(HR. Muttafaqun ‘alaih No : 2766 dari  Abu Sa’id Al-Khudriradhiallahu’anhu)

 

3) Memperhatikan hal-hal yang mendukung kesehatan pada sebuah rumah.

Di antaranya dengan menjauhi membangun rumah di tempat-tempat yang kotor,  seperti dekat tempat-tempat pembuangan sampah, dekat genangan-genangan air, dll.  Karena kebersihan dan kesucian adalah sebagian dari iman, maka wajib bagi seorang muslim untuk memperhatikan kebersihan dan kesucian tempat tinggalnya, lingkungannya, serta dirinya, karena lingkungan juga menunjukkan pribadi si penghuninya. Zhahir dari sesuatu adalah cerminan  bagi batinnya.

Dari Abu Malik  Al-Asy’ariy radhiallahu’anhu bahwasanya Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda:

الطّهُورُ شَطْرُ الإِيمَان

Kesucian adalah sebagian dari iman.“ (HR. Muslim)

 

Sebagaimana makanan, lingkunganpun bisa mempengaruhi tabi’at manusia, dimana disyari’atkan untuk tidak makan daging hewan yang kebiasaannya memakan kotoran sebelum dikurung/dikarantina tiga hari atau lebih, atau kita dilarang untuk memakan hewan yang bertaring karena ditakutkan tabi’at hewan tersebut akan ditiru oleh pemakannya, karena daging yang tumbuh pada manusia itu dari binatang tadi.

 

Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda:

وَالْفَخْرُ وَالْخُيَلَاءُ فِي أَصْحَابِ الْإِبِلِ وَالسَّكِينَةُ وَالْوَقَارُ فِي أَهْلِ الْغَنَمِ

“Keangkuhan dan kesombongan ada pada penggembala onta, ketenangan dan kewibawaan ada pada penggembala kambing“. (HR. Muslim)

 

Dalam hadits ini memberikan faidah bahwasanya kebersamaan akan saling mempengaruhi sebagaimana penggembala onta yang setiap hari bersamanya, jadilah dia seorang yang sombong dan keras kepala dan tinggi hati seperti keadaan onta yang mencari makan pada ujung-ujung pohon. Begitu pula keadaan penggembala kambing, ketenangan yang dimiliki kambing mempengaruhi penggembalanya tanpa perlu berteriak-teriak, tidak seperti halnya penggembala onta.

Contoh hadits lainnya adalah sebagaimana sabda nabi shalallahu alaihi wasallam yang melarang duduk di atas kulit macam agar tidak tertular memiliki tabiat macan yang buas. Disebutkan dalam sebuah hadits:

نهى عن الركوب على جلود النمار

Beliau shalallahu alaihi wasallam melarang untuk duduk di atas kulit macan“. (Shahih. Lihat Jami’ Ash-shahih no. 6881, Asy-Syaikh Al-Bani)

Perkara lainnya yang mendukung kesehatan pada sebuah rumah adalah memperhatikan fisik dari bangunan rumah, di antaranya menjadikan rumahnya segar dengan memasang jendela, lubang-lubang ventilasi angin, serta tempat masuknya sinar matahari ke dalam rumah untuk kesegaran dan sirkulasi udara,  dll.

 

( Di salin dari buku Baitiy Jannatiy (Rumahku Surgaku) halaman 30-39, Penulis al-Ustadz Abul Hasan al-Wonogiriy )

sumber almuwahidin.com

Demikianlah bangun rumah sesuai anjuran Nabi semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *